Kamis, 28 November 2013

"Kulir"kulum 2013 Indonesia V.S Kurikulum Finlandia ( Siswa Hancur ?! Liat dulu sistem pendidikanya part. II )

well , sebenernya males post sih
tapi didorong rasa prihatin ngeliat ade kelas gue
yang tiap hari tugasnya udah kaya utang negara :v ,

ane penasaran untuk nelusuri bagaimana sih "kulir"kulum 2013 ini
okay , before i jump to my arguement , gua jelasin kenapa gua ketik "kulir"
kulir sendiri dalam bahasa sunda bisa diartikan sebagai kacrut , gue ga tau bahasa yang sesuai KBBI apa :( , semacam itulah intinya , silahkan hubungi USA( urang sunda asli )
it's hard to define it , kita tau ga semua kosakata di bahasa sunda bisa diterjemahin ke bahasa lain

okay , afaik , di kurikulum ini ada beberapa fitur baru :v
( according to what i heard from my junior)

1) siswa dituntut lebih aktif dalam belajar , jadi guru kedalam kelas itu udah kaya konsultan , duduk manis kasih tugas dan nunggu pertanyaan, so simple

2) adanya penjurusan sejak kelas X ( as we know that the past curriculum isn't like that ) tapi tetep ada yang namanya lintas minat , ex. lu jurusan IPA tapi bisa belajar ekonomi

3) gua belum tau -_- , yang jelas tugas mereka udah kaya utang negara ( like i said before guys )

4) dihapuskanya mapel TIK

nah yang ini gua ambil dari mbah gugel :
nb: gua ilangin beberapa kalimat karena disinyalir mengandung bahasa yang intelek wkwkw

_________________________________________________________________________________
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, danbudaya.
Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan penyusunan kurikulum 2013 adalah bagian dari melanjutkan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Paparan ini merupakan bagian dari uji publik Kurikulum 2013, yang diharapkan dapat menjaring pendapat dan masukan dari masyarakat.
Menambah Jam Pelajaran
Strategi pengembangan pendidikan dapat dilakukan pada upaya meningkatkan capaian pendidikan melalui pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; efektivitas pembelajaran melalui kurikulum, dan peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru; serta lama tinggal di sekolah dalam arti penambahan jam pelajaran.
_____________________________________________________________________________________________
ok , i believe that most of you gonna be tired to read that fuckin text :v

tapi ada satu hal yang patut digarisin pake stabilo dari artikel diatas
"MENAMBAH JAM PELAJARAN"

based on the others article , keliatan banget kalo pemerintah itu masih percaya "MAKIN BANYAK KBM MAKIN GREGET" :v .

ok , kesimpulan nya adalah :

1) Siswa yang CBSA ( cul budak sina anteng , ehh salah , cara belajar siswa aktif )
2) Penambahan Jam belajar
3) Penjurusan dari kelas 10
4) banyaknya tugas , yang disebabkan guru lebih pasif daripada kurikulum sebelumnya
5) nilai sikap sangat berpengaruh disini dibanding nilai
ok let's jump to my arguement

gua sebenernya setuju sih sama ini kurikulum , karena siswa dituntut lebih aktif , jadi belajar pun ga boring kaya yang gue alamin sekarang , penjurusan yang lebih awal

tapi gue lebih ga setuju karena :

1) emang , siswa dituntut lebih aktif , like i said before , guru tinggal duduk manis kaya konsultan
tapi kenyataan nya banyak guru yang pas ditanya murid dia lempar lagi itu pertanyaan ke murid , atau pun ada yang sibuk buka buku sebesar alienware atau bahkan buka google

BITCH PLEASE ! gua yakin mengerti dan memahami itu lebih penting daripada menghafal , think logic
kalo lu hafal , lu ga bisa nerapin di lain hal , tapi kalo lu ngarti , mau dirubah kaya gimanapun lu pasti bisa

untuk melihat analoginya secara komedi , lu bisa tonton film "3 idiots" :D

dan lagi pula , untuk apa kita mempelajari semua hal hal yang kadang cuma bikin kita pusing doang tapi ga ada gunanya sekali buat kehidupan kita

ingat , kenapa banyak orang yang bego disekolah tapi bisa sukses ? karena mereka pintar menyikapi hidup , mereka berfikir efiesien dan mempunyai kemampuan , bukan cuma jadi siswa ranking 1 yang cuma bisa ngapalin tapi ga punya life skill apapun , ibarat lu punya Komputer ga ada usernya

2) Jam Pelajaran ditambah

gile lu nuh *eh keceplosan
PNS aja banyak yang mabal a.k.a kabur tuh , padahal jam kerja nya palingan 8 jam ( yaelah , siswa aja ngerjain tugas lebih dari itu woi )

ya , masih beredar mitos "makin banyak KBM makin pintar"
buktinya ? voilaa nihil

lu liat deh sekolah di negara negara maju sana , terutama FINLANDIA , KBM disana cuma 30 jam / minggu

tapi ko bisa lebih sukses ? mikir dong mangkanya studi banding jangan dipake foya foya
lalu kenapa dengan jam pelajaran ditambah ko tugas lebih banyak ?? lah bukanya malah ngurang
seems like the time usage isn't effective , ya gue percaya kalo waktu itu digunakan secara efektif pasti ga akan nambah jumlah tugas ko , apalagi kan Guru nya tinggal duduk manis , jadi waktu buat nerangin otomatis ga ada kan , so that's enough to do some activity including "homework"

intinya cuma nambah beban siswa doang , waktu di rumah aja lebih sedikit dibanding waktu disekolah
waktu dirumah kan abis buat nyari makalah di internet , kerjain tugas , nyontek ke buku paket dan molor , belum makan , mandi , nafas , ngedip mata dll -_-
kapan mereka bersama keluarga ?

katanya di pelajaran PKN keluarga adalah komponen pertama dalam pembentukan karakter , eh sori di sosiologi maksudnya , tapi buktinya kurikulum itu sendiri berlawanan -_- , bitch please hahahaha

3)Penjurusan yang lebih awal ? it's ok but

iya bagus sih tapi tetep masih terlalu banyak mata pelajaran yang harus dipelajari
seperti yang aku katakan di post yang dahulu :v , buat apa itu semua ? yang kepake itu palingan 1/4 nya , sisanya useless

lah guru indonesia aja ga bisa matematika masa kita harus bisa
so learn what you need , not what the curriculum force :p

bukanya ngajak kebodohan , lebih baik lu menonjol di 1 mata pelajaran dan lu menekuni nya daripada lu pusing pusing mikirin lusinan mata pelajaran , biarkan lah mereka sampai pas KKM
beres kan ?

4)Yang terakhir adalah , nilai sikap ? it's most important point

ok ini gue setuju , tapi kita renungin lagi deh

"lebih kuat manakah pengaruh pembentukan karakter seseorang dari keluarga dan sekolah"

anak TK pun pasti lebih milih bareng mamahnya daripada orang laim ( "guru" )
tapi kenyataan nya kurikulum ini sendiri lebih memaksa siswa menghabiskan waktunya disekolah
lah terus mau gimana orang tuanya diskusi , ngobrol , ngontrol atau mengetahui apa saja yang terjadi di kehidupan anaknya ? bukanya itu sangat penting

lagian guru pun ga akan selamanya bisa merhatiin kita , mereka cuma "ORANG TUA" di sekolah , bahkan mereka pun punya anak dan keluarga yang harus mereka urus , belum lagi terbentur urusan privasi ( dimana kita tau kebanyakan siswa itu "labil / berubah sikap / anarkis / dsb" karena urusan privasi ex. pacar , keluarga yang kurang harmonis , dsb yang membuat mereka stress dan mendorong melakukan hal hal yang aneh aneh -_- ) dimana itu adalah privasi , dan kita tau itu semua terbentur "norma" , emang sih ada guru BK dsb , tapi tetep aja sebaik baiknya tempat berkeluh kesah itu ya keluarga :v kasih sayang mereka itu ta terhingga sepanjang masa , pastinya jauh dibanding orang lain termasuk guru kita ! so let say BITCH PLEASE once again
mungkin itu argumen gue , now let's compare the INDONESIAN 2013 curriculum and Finland Curriculum
untuk kurikulum finlandia gua cuma ambil beberapa point mencoloknya aja

1  Setiap sekolah memiliki kebebasan untuk membuat dan mengembangkan kurikulumnya sendiri. 

2 Tidak ada ujian .kalaupun ada tes ringan untuk mengukur keberhasilan guru mengajar bukan untuk mengukur kecerdasan siswa. 

3  Jam sekolah  hanya 30 jam perminggu. 

4 Tidak ada PR dan seragam sekolah bebas 

5  Guru di Finlandia harus bergelar master serta harus lulusan unversitas terbaik di sana dengan peringkat sepuluh besar 

6 Satu kelas diisi dua puluh siswa dengan tiga orang guru. 
7 Siswa sudah dijuruskan sejak tingkat awal a.k.a SD
oke , ada beberapa point yang kurang bagus sih kaya seragam bebas , guru yang harus bergelar ( GELAR GA MENENTUKAN KECERDASAN SESEORANG , KARENA NILAI DAN IJAZAH BISA DILAKUKAN DENGAN CARA BERKUNJUNG KE MBAH DUKUN , wkwkwkwk )

tapi tetap harap maklum , ini dunia yang "sempurna" , dimana ada setan disitu malaikat , dimana ada negatif disitu ada positif , sempurna disini maksudnya saling melengkapi :v

gua yakin gua ga perlu jelasin lagi karena kita udah bisa tarik kesimpulan perbedaanya
dan gua juga udah cape ngetik -_-

Akhir kata , disini gue bukan mau jadi so intelek , karena gua sendiri cuma siswa SMA yang belum punya IJAZAH sma , tapi gua hanya mengemukakan opini , unek unek yang ada di kepala gua , gua harap semoga sistem pendidikan di negeri ini lebih baik di masa yang akan datang , gua harap anak cucu gua ga akan stress kaya gini :v , dan gua punya mimpi kalo gua jadi mendikbud gua akan hapusin semua sistem lama ini , soalnya udah kaya cultuur stelsel :v

akhir kata , Bravo indonesia ! wassalamualikum wr.wb

Rabu, 01 Mei 2013

Siswa Hancur ? Liat dulu Sistem sekolahnya ( Bag.1 )

udah lama gak ngepost lagi , keitung gue setaun gak buka lagi ini blog yang ternyata masih bisa dibuka , sempet ada perkiraan di banned soalnya dulu pernah posting tentang cheating wkwkwkwk

kemaren kemaren pasti kan lu pada denger bagaimana kacaunya UJIAN NASIONAL , sampe ada yang telat lah , yang LJK nya jelek lah , malah banyak ade kelas gue yang mencak mencak gara gara UN taun ini super gagal , KATANYA

banyak siswa yang nulis status di FB , atau ngetweet tentang UN , bahkan banyak diantara mereka yang nulis "3 taun kok ditentuin 4 hari , jadi ngapain cape cape sekolah selama 3 taun ?"

gue sendiri sebagai siswa , merasa semua itu emang bener bener nyiksa
sistem sekolah di negri ini ibarat menyiksa secara perlahan , ya nusuk dari belakang lah kalo kata bahasa nya anak anak alay :v

kenapa gue bilang nyiksa ?

1) kita sebagai manusia tentu diberi kelebihan dan kekurangan masing masing , dan itu berbeda satu sama lain , pasti kita semua tau kan sekalipun manusia kembar identik gak akan sama sifat nya , gak usah muluk muluk , liat aja Upin ipin

nah terus apa hubunganya sama sistem sekolahan ? jelas ada
yang dulu pernah sekolah pasti tau kan dari sejak SD sampe lulus SMA kita dijejalin semua mata pelajaran , mulai dari matematika sampe bahasa indonesia , ips , seni , dsb

itu dia masalahnya , kita itu gak akan pernah bisa menguasai semua mata pelajaran itu dengan baik , sekalipun lu anak jenius dan rangking 1 terus , gue berani jamin pasti gak akan rata besar semua tu nilai , pasti ada aja 1 atau 2 mata pelajaran yang nilainya dibawah mata pelajaran

nah lalu kenapa kita gak mempelajari mata pelajaran yang kita minati ? kenapa kita harus menguasai semua pelajaran ? lah guru mata pelajaran matematika aja gak bisa ngerjain soal geografi , guru PKWN pun gak bisa ngerjain soal soal trigonometri bahkan aljabar sekalipun yang notabene pelajaran anak kelas 1 SMP , tapi kenapa kita sebagai siswa harus menguasai semua mata pelajaran itu ? Gile lu ndro

iya , mungkin sebagai dasar , tapi realita nya pas udah gede lu baru nyadar kalo gak ada manfaatnya mempelajari pelajaran yang gak ada hubunganya sama dunia lu di saat itu

emang semua mata pelajaran itu dipake disaat lu udah dewasa ? bitch please , gue ambil contoh bokap gue , dia dulu kuliah di sebuah PTN di kota Bogor,  jurusan pertanian , tapi sekarang ? dia kerja sebagai bendahara ( emang sih kerjanya di balai pertanian ) tapi toh ternyata ilmu ilmu yang dia pelajari selama sekolah banyak yang ga kepake , dan bahkan waktu gue tanya dia apa aja soal yang ada di tes CPNS , dia bilang kebanyakan PKWN , nah terus buat apa kita anak sekolahan yang punya cita cita mau jadi PNS harus belajar IPA , Matematika dsb sedangkan ntar udah tes CPNS yang dipake cuma PKN ?

intinya , seharusnya setiap siswa itu berhak milih apa pelarajan yang dia ingin pelajari , bukan semua pelajaran dipelajari , bukan sombong , gue berani yakin belum tentu pejabat pejabat di negri ini nilai rapot waktu sekolahnya perfect , pasti cuma 1 atau 2 pelajaran yang nilainya perfect

analoginya , kenapa gak bikin sistem sekolah dengan cara
"kelas itu dibagi berdasarkan mata pelajaran , bukan kelas , nah guru dari masing masing mata pelajaran itu tinggal duduk manis nunggu siswa yang minat sama mata pelajaran itu , ya semacam kuliahan gitu , tapi diberlakukan sejak tingkat sekolah dasar"

2) Mencontek ? budaya ? LIHAT DULU SISTEM SEKOLAHNYA !

mencontek ? mungkin udah jadi hal yang biasa bagi beberapa siswa , termasuk gue juga sih :v
nah lalu apa alasanya ? semua siswa pasti jawab "Nilai"

ya , tanpa nilai kita gak bisa lulus sekolah , gak bisa ngelamar kerja
tapi punya nilai ? masuk sekolah mana aja , otak kosong ? gak masalah selama punya nilai

dan yang lebih ngakak nya , pernah gue baca koran , nah pas di kolom lowongan kerja , ada iklan baris tentang lowongan buat bagian security di suatu lembaga , kira kira gini tulisanya - Lowongan kerja untuk bagian security , persyaratan Pria , tinggi badan 165cm , tidak bertindik dan blablabla ( yah udah klasik lah bunyinya iklan lowongan kerja di koran ) , ini nih bagian yang bikin ngakak "ijazah minimal SMA sederajat dengan nilai rata rata minimal 7" disitu gue langsung ngelamun dan gue rasain usus gue gatel gatel :v , kenapa ? ngapain coba satpam harus punya ijazah dengan nilai setinggi itu ? lu pikir ntar ngejar ngejar maling mau pake rumus integral ? trigono ? geometri ? gak kan ? yang dibutuhin itu SKILL , contoh disini beladiri karena untuk bagian security alias keamanan

intinya , sekolah di negri kita terlalu menekan kan yang namanya nilai , bukan usaha atau ilmu yang ada dan berguna bagi kehidupan , ditambah lagi lowongan kerja yang emang cuma mau liat nilai , bukan kemampuan

dan mungkin ( ini pandangan gue sih ) ini adalah salah satu penyebab kenapa banyak sarjana nganggur
kenapa ? karena biarpun IPK mereka tinggi , tanpa skill ? percuma !!
ya , awalnya mereka mungkin bisa keterima dimana aja dengan nilai nilai dan strata yang tinggi , tapi gak punya skill ? emang pas ntar lu kerja pake nilai ? pake skill kan ?!

contoh sederhana : si A : orang lulusan S3 di salah satu universitas ternama , tapi gak punya skill apa apa. Si B : cuma lulusan SMP , tapi punya skill buat ngendarain kendaraan , terutama kendaraan kendaraan berat

yang mana yang lebih punya peluang untuk kerja dan produktif ? gak usah diulas pun kalo emang logika jalan kita bisa nebak , tentunya si B karena dia punya skill , dan skill nya itu bisa kepake buat dia nyari nafkah tentunya


3) UN ? ulangan NEPOTISME

udah gak asing lagi kan sama yang namanya jual beli kunci jawaban ? pasti dong , orang gue aja ngalamin kok

UN ini sebenernya cuma jadi ajang penyiksaan mental doang , kenapa ?
siswa yang keseharianya pinter bisa jadi paling goblok begitupun sebaliknya
karena NEPOTISME tadi ( lebih tepatnya sih mungkin KUNCI JAWABAN )

kenapa harus ada UN ? kenapa kelulusan gak didasarkan nilai rapot dari awal masuk sampe akhir terus dirata rata kan ? beres kan ? gak usah lagi hambur hambur ANGGARAN NEGARA BUAT CETAK SOAL DENGAN JUMLAH DAN PAKET YANG BANYAKNYA UDAH KAYA BATTALION SEMUT

sebenernya masih banyak permasalahanya , dari mulai jumlah hari KBM efektif yang terlalu banyak , dsb
segini dulu aja lah :v , soalnya gue cape ngetiknya wkwkw , maklum pake kompi dengan tuts keyboard yang kerasnya udah kaya barbel agung hercules
ingat ! ini hanyalah sebatas argumentasi , bukan buat nyindir ataupun flamming , tapi bukan sebatas candaan
dan gak menutup kemungkinan bisa dijadiin Demo sama papah mendikbud ntar :v
tulisan ini gue buat sesuai obrolan yang gue sering obrolin sama temen temen gue pas nongkrong dan ditulis dengan sudut pandang "SISWA" m jadi gue gak sembarangan tulis
dan mungkin tulisan ini dapat menyebabkan sebagian Orang tua siswa "Marah marah gak jelas , tabokin anaknya , dsb" :V



sekian .. wassalam