Selasa, 09 Februari 2010

Gunung Api di Bawah Es Antartika Pernah Meletus



Gunung berapi yang ditemukan di bawah lapisan es Antartika pernah meletus sangat dahsyat sekitar 2000 tahun yang lalu. Aktivitas vulkanik gunung tersebut mungkin masih berlangsung sehingga ikut mempercepat pelelahan lapisan es di kutub selatan saat ini.

Bukti-bukti terjadinya ledakan ditemukan dari hasil survei geofisika udara yang dilakukan para peneliti dari British Antartic Survei (BAS) tahun 2004-2005. Survei tersebut menggunakan radar yang memetakan seluruh wilayah Antartika dari permukaan hingga ke bawah lapisan es.

Hasil pengukuran menunjukkan daerah anomali yang berbeda dari sekelilingnya seluas 23.000 kilometer persegi. Para peneliti yakin daerah tersebut merupakan lapisan debu, batuan, dan kaca yang berasal dari semburan gunung berapi.

Volume material tersebut mencapai 0,31 kilometer kubik sehingga diperkirakan berasal dari ledakan gunung api dengan kekuatan antara tiga hingga empat skala VEI (Volcanic Explosive Index). Sebagai perbandingan, letusan Gunung St Helen tahun 1980 sekitar 5 VEI dan Gunung Pinatubo, Filipina tahun 1991 berkekuatan 6 VEI.

"Kami yakin ini letusan terbesar di Antartika sepanjang 10.000 tahun terakhir," kata Hugh Corr dari BAS. Peristiwa ledakan vulkanik yang tergolong sangat kuat (cataclysmic) itu mungkin melubangi lapisan es dalam jangkauan yang sangat luas dan memuntahkan abu hingga ketinggian 12 kilometer.

Gunung yang meletus terletak di Pegunungan Hudsons, berada dekat pulau es raksasa Pine yang saat ini mengalami pelelahan sangat cepat.

"Mungkin panas dari gunung yang menyebabkan percepatan pelelahan tersebut," ujar Profesor David Vaughan dari BAS. Namun, menurutnya, panas vulkanik saja tak cukup dan dampak pemanasan global merupakan penyebab utama pelelahan secepat itu.

Aktivitas seismik di wilayah kutub selatan secara umum sebenarnya stabil. Namun, di bagian barat benua Antartika para peneliti menemukan patahan di kerak Bumi yang sesekali memicu pelapasan panas dari aktivitas vulkanik dan panas geotermal yang terasa di tepian benua. Lelehan lapisan es di Antartika Barat berkontribusi menaikkan muka air laut hingga 0,22 milimeter setiap tahu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar